Di era 1990-an, lagu Suci Dalam Debu sangat populer di tanah Air. Lagu bergenre Slowrock ini dipopulerkan oleh Iklim, grup asal negeri jiran yang terkenal dengan vokalisnya bernama Saleem.
Tapi tahukah kamu, ternyata lirik lagu ini ternyata berlatar sufistik yang sangat mendalam maknanya. Karnya, lirik tersebut mengandung nilai-nilai penyerahan diri kepada Yang Maha Kuasa.
Berikut maknanya :
Engkau bagai air yang jernih - (itulah diri kita yang sebenar -Ruh)
Di dalam bekas yang berdebu - (Jasad/Badan yang asalnya di jadikan dari tanah)
Zahirnya kotoran itu terlihat - (sifat manusia suka melihat keburukan orang lain)
Kesucian terlindung jua -( Hal-hal yang baik biasanya tak beberapa di pandang dan ambil peduli)
Cinta bukan hanya di mata - (cinta bukan dari sudut syariat semata-mata@solat)
Cinta hadir di dalam jiwa - (cinta yang mutlak terbit dari hati yang suci dan bersih@zikrullah)
Biarlah salah di mata mereka - (mereka yang benar-benar mahu menjadi hamba ALLAH di pandang serong dan rendah oleh masyarakat)
Biar perbezaan terlihat, antara kita - (perbezaan di antara hamba ALLAH dan hamba Dunia)
Kuharap engkau kan terima - (bermunajat agar di terima Illahi)
Walau di pandang hina - (sebagai hamba yang hina)
Namun hakikat cinta kita kita yang rasa - (perasaan yang ujud antara hamba dan penciptanya tidak dapat di ungkap dengan kata-kata)
Suatu hari nanti, pastikan bercahaya - (di alam akhirat)
Pintu akan terbuka, kita langkah bersama - (bila mendapat syurga bersama mereka-mereka yang berjaya)
Di situ kita lihat, bersinarlah hakikat - (diri kita yang sebenar....berseri-seri dan bersinar)
Debu jadi permata, hina jadi mulia -( ruh mereka-mereka yang soleh , yang hina di dunia menjadi mulia di akhirat)
Bukan khayalan, yang aku berikan -( kitab Al Quran)
Tapi keyakinan yang nyata - (kitab yang memberi keyakinan dan cahaya kebenaran)
di nyanyikan oleh Saleem Iklim tahun1990..setelah 25 thn baru terurai isinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar